Selasa, 27 Februari 2018

AKU BERHARAP PUNYA AYAH


            Hari-hari yang kualami sekarang adalah hari-hari yang berat, berada di semester akhir dan akan melaksanakan ujian komprehensif. Harus pulang-pergi blitar tulungagung juga siang dan malam harus mengajari les anak-anak. Selain waktu itu aku membagi waktu dengan mengerjakan skripsi, belajar, menulis, menghibur diri dan berbagai kegiatan yang sangat sulit dilakukan dengan leluasa. Karena sekarang aku mempunyai sedikit pemasukan yang Alhamdulillah cukup untuk biaya print, foto kopi, membeli buku, membeli bensin, aku sudah tidak meminta ibu lagi. Aku hanya meminta untuk pembayaran ukt karena masih belum mampu.
            Terkadang aku juga memberikan sesisih uangku untuk belanja ibu, membeli beberapa camilan untuk ibu, bahkan menambahkan uang saku saat ibu pergi ke pengajian. Karena hal inilah ibu mulai terbiasa mengerti bahwa aku mempunyai pemasukan, bahkan ketika aku meminjam uang ibu dan berjanji untuk mengembalikannya. Sekarang ibu selalu mengungkitnya, padahal aku sudah membayarnya dengan menukarkan gas dan yang lain. Ibu meminta memasang gas saat aku tidak berani memasang, aku memberanikan diri. Aku belajar memasang lampu saat aku benar-benar takut menyentuhnya. Bahkan ibu selalu murung dan marah jika aku tidak bisa melakukannya ibu selalu marah padaku.
            Aku bukan orang sakti yang berani ini itu, aku juga mempunyai banyak ketakutan. Apalagi dengan hal-hal yang dominanya dikerjakan laki-laki aku benar-benar tak sanggung. Andai saja aku mempunyai seorang ayah yang dapat di andalkan pasti semuanya tak seperti ini. Ibuku benar-benar mempunyai tempramen yang buruk , benar-benar sama sepertiku. Aku benar-benar cerminan ibu, jika aku marah aku sadar aku tak seharusnya membalasnya dengan amukan yang lebih tajam, aku hanya akan diam dan menangis sendiri. Kapan ini semua berakhir? Jikakah aku kelak punya suami? Kapankah? Aku benar-benar lelah menahan sendiri. Aku terkadang lupa bahwa ibuku benar-benar ada dan mendukungku.
            Ibu benar-benar marah jika aku menggunakan uang sesukaku, ibu selalu menginginkan uangku untuk kebutuhan dapur juga rumah. Sedangkan aku masih ingin membeli buku, jalan-jalan, mendownload dan aktifitas lainnya diusiaku. Aku benar-benar berharap sukses dan dapat memberikan uang lebih kepada ibuku, agar semua kebutuhannya terpenuhi. Hari ini benar-benar melelahkan, ibuku membuatku menangis saat badanku benar-benar lelah. Aku juga lelah secara fisik dan juga batin, semoga hal seperti hari ini tidak akan terulang lagi.


Blitar, 30 Januari 2018

Tidak ada komentar:

Posting Komentar