Hari-hari yang kualami sekarang
adalah hari-hari yang berat, berada di semester akhir dan akan melaksanakan
ujian komprehensif. Harus pulang-pergi blitar tulungagung juga siang dan malam
harus mengajari les anak-anak. Selain waktu itu aku membagi waktu dengan
mengerjakan skripsi, belajar, menulis, menghibur diri dan berbagai kegiatan
yang sangat sulit dilakukan dengan leluasa. Karena sekarang aku mempunyai
sedikit pemasukan yang Alhamdulillah cukup untuk biaya print, foto kopi, membeli buku, membeli bensin, aku
sudah tidak meminta ibu lagi. Aku hanya meminta untuk pembayaran ukt karena
masih belum mampu.
Terkadang
aku juga memberikan sesisih uangku untuk belanja ibu, membeli beberapa camilan
untuk ibu, bahkan menambahkan uang saku saat ibu pergi ke pengajian. Karena hal
inilah ibu mulai terbiasa mengerti bahwa aku mempunyai pemasukan, bahkan ketika
aku meminjam uang ibu dan berjanji untuk mengembalikannya. Sekarang ibu selalu
mengungkitnya, padahal aku sudah membayarnya dengan menukarkan gas dan yang
lain. Ibu meminta memasang gas saat aku tidak berani memasang, aku memberanikan
diri. Aku belajar memasang lampu saat aku benar-benar takut menyentuhnya.
Bahkan ibu selalu murung dan marah jika aku tidak bisa melakukannya ibu selalu
marah padaku.
Aku
bukan orang sakti yang berani ini itu, aku juga mempunyai banyak ketakutan.
Apalagi dengan hal-hal yang dominanya dikerjakan laki-laki aku benar-benar tak
sanggung. Andai saja aku mempunyai seorang ayah yang dapat di andalkan pasti
semuanya tak seperti ini. Ibuku benar-benar mempunyai tempramen yang buruk ,
benar-benar sama sepertiku. Aku benar-benar cerminan ibu, jika aku marah aku
sadar aku tak seharusnya membalasnya dengan amukan yang lebih tajam, aku hanya
akan diam dan menangis sendiri. Kapan ini semua berakhir? Jikakah aku kelak
punya suami? Kapankah? Aku benar-benar lelah menahan sendiri. Aku terkadang
lupa bahwa ibuku benar-benar ada dan mendukungku.
Ibu
benar-benar marah jika aku menggunakan uang sesukaku, ibu selalu menginginkan
uangku untuk kebutuhan dapur juga rumah. Sedangkan aku masih ingin membeli
buku, jalan-jalan, mendownload dan aktifitas lainnya diusiaku. Aku benar-benar
berharap sukses dan dapat memberikan uang lebih kepada ibuku, agar semua
kebutuhannya terpenuhi. Hari ini benar-benar melelahkan, ibuku membuatku
menangis saat badanku benar-benar lelah. Aku juga lelah secara fisik dan juga
batin, semoga hal seperti hari ini tidak akan terulang lagi.
Blitar,
30 Januari 2018
Tidak ada komentar:
Posting Komentar